Computer Articles And Tutorial

Hakikat Perkembangan Pendidikan




A. Definisi
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

Perkembangan adalah proses perubahan yang berlangsung terus-menerus sejak terjadinya pembuahan hingga meninggal dunia (Yelon and Weinstein,1977 ). Perubahan dalam perkembangan individu terjadi karena kematangan dan belajar.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Menurut Para Ahli Pendapat para ahli biologi tentang arti pertumbuhan dan perkembangan pernah dirangkumkan oleh Drs. H. M. Arifin, M. Ed. bahwa pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya. Sedangakn perkembangan menunjuk pada perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi pelbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bilapertumbuhan itu berlangsung. Intinya bahwa pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan hanya dapat dilihat gejala-gejalanya. Perkembangan dipersyarati adanya pertumbuhan.

B. Prinsip-prinsip perkembangan menurut Yelon and Weinstein ada 5, yaitu :
1)Perkembangan individu berlangsung terus menerus sejak pembuahan hingga meninggal dunia
2)Kecepatan perkembangan setiap individu berbeda-beda, tetapi pada umumnya mempunyai perkembangan yang normal.
3)Semua aspek perkembngan yang bersifat fisik, sosial, mental, dan emosional satu sama lainnya saling berhubungan.
4)Arah perkembangan individu dapat diramalkan.
5)Perkembangan berlangsung secara bertahap dan setiap tahap memilki karakteristik tertentu
1)Masa Perkembangan Yang Cepat
Pada anak terjadi pertumbuhan-pertvimbuhan yang cepat dibandingkan dengan perubahan-perubahati yang dialami species lain. Perubahan flsik, misalnya pada tahun pertama lebih cepat dari pada talvm-tahun berikutnya. Hal yang sama terjadi juga pada perubalian yang menyangkut interaksi sosial, perolehan dan penggunaan, bahasa,. Kemampuan mengingat serta berbagai
fungsi lainnya.
2)Pengaruh yang lama
Alasan lainnya mengapa mempelajari anak ialah bahwa peristiwa- peristiwa dan pengalaman-pengalaman pada tahun-tahun awal menunjukkan pengaruh yang lama dan kuat terhadap perkembangan individu pada masa- masa berikjtn/a. Kebanyakan ahli teoii psikologi berpsndapat bahwa apa yang terjadi hari-ini sangat’banyak ditentukan oleh perkembangan kita sebagai anak.
3)Proses yang kompleks
Sebagai peneliti yang mencoba memalnmi perilaku orang dewasa yang kompleks, berpendapat bahwa mengkaji tentang bagaimana perilaku itu pada saat masih sederhana akan sangat berguna. Misalnya ialah bahwa kebanyakan orang dapat membuat kalimat yang panjang dan dapat mengerti oleh orang lain. Manusia mampu berkomunikasi dari cara yang sederhana sampai yang kompleks karena bahasa yang dipergimakan mengikuti aturan-aturan tertentu. Tetapi menentukan apa aturan itu dan bagaimana menggunakan adalah sulit. Suatii pendekatan terhadap masalah ini adalnh dengan mempelajari proses kemampuan ‘berbahasa. Anak membentuk kalimat yang hanya terdiri atas saiu atau dua kata, kalimat itu muncul dengan mengikuti aturan yang diajarkan orang dewasa. Dengan mengkaji kalimat pertama”tersebut para peneliti bahasa bertambah wawasannya tentarg mekanisme cara berbicara orang dewasa yang lebih kompleks.
4)Nilai yang ditempatkan
Kebanyakan ahli psikologi perkembangan melakukan penelitiannya dalam laboratorium dan sering kali mengkaji pertanyaan-perianyaan teoritis berdasarkan hasil penelitiannya. Produk penelitian ini kadang-kadang dapat diterapkan di dunia nyata. Misalnya penelitian tentang tahap awal perkembangan sosial yang secara relevan berkaitnn dengan orang tua tentang peranannya dalam kehidupannya sehari-hari, percobaan tentang strategi pemecahan masalah pada anak akan memberikan informasi berharga mengenai metode mengajar yang baik. Hasil dari penelitian atau pengkajian teoritis dapat secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi pbla pendidikan atau pengajaran.
5)Masalah yang menarik
Anak merupakan makhluk yang mengagumkan dan penuh teka-teki serta menarik untuk dikaji. Kemudahan anak umur dua talnin untuk mempelajari bahasa ibunya dan kreativitas anak untuk bermain dengan temannya merupakan dua hal dari karakterstik atiak yang sedang berkembang. Misalnya banyak lagi hal-hal yang berka’itan dengan perkembangan anak yang merupakan mister! dan menarik. Dalari hal ini ilmu pengetahuan Iebih banyak menjumpai pertanyaan-pertanyaan dari pada jawabannya

D. Pola Perkembangan Kognitif Dari Jean Piaget
Perkembangan kognitif anak berlangsung secara teratur dan berurutan sesuai dengan perkembangan umurnya’ Maka pengajaran harus direncanakan sedemikian rupa disesuaikan dengan perkembangan kecerdasan peserta didik. Piaget mengemukakan proses anak sampai mampu berpikir seperti orang dewasa melalui empat tahap perkembangan, yakni:
1. Tahap sensor motor (0 – 2)
Kegialan intelektual pada tahap ini hampir seluruhnya mencakup gejala
yang diterima secara langsung melalui indra. Pada saat ai.ak mencapai kematangan dan mulai. memperoleh keterampilan berbahasa, mereka mengaplikasikannya dengan menerapkannya pada objek-objek yang nyata. Anak mulai memahami hubungan antaru benda dengan nama yang diberikan kepada benda tersebut.
2. Tahap praoperasional (2– 7)
Pada tahap ini perkembangan sangat pesat. Lambang-lambang bahasa yang dipergunakan untuk menunjukkan benda-benda nyata bertambah dengan pesatnya. Keputusan yang dianbil hanya berdasarkan intuisi, bukannya berdasarkan annlisis rasional. Anak biasanya mengambil kesimpulan dari sebagian kecil yang diketahuinya, dari suatu keseluruhan yang besar. Menurut pendapat mereka pesavat terbang adalah benda keci! yang berukuran 30 cm; karena hanya itulah yang nampak pada mereka saal mereka menengadah dan melihatnya terbang di angkasa
3. Tahap operasional konkrit (7 – 11)
Kemampuan berpikir logis muncul pada tahap ini. Mereka dapat berpikir secara sistematis untuk .mencapai pemecahan masalah. Pada tahap ini permasalahan yang dihadapinya adalah permasalahan yang konkret.
Pada tahap ini anak akan menemui kesulitan bila diberi tugas sekolal yang menuntutnya untuk mencari sesuatu yang tersembunyi. Misalnya, anal sering kali menjadi friistasi bila disuruh mencari arti tersembunyi dari suati kata dalam tulisan tertentu. Mereka menyukai soal-soal yang tersedi; jawabannya.
4. Tahap operasional formal (11 -15)
Tahap ini ditandai dengan pola berpikir orang dewasa. Mereka dapat mengaplikasikan cara berpikir terhadap permasalahan dari semua kategor baik yang abstrak maupun yang konkret. Pada tahap ini anak sudah dapet memikirkan buah pi’iirannya, dapat membentuk ide-ide, berpikir tentang masa depan secara realistis.
Sebelum menekuni tugasnya membimbing dan mengajar, guru atau calon gun sebaiknya memahami teori Piaget atau ahli lainnya tentang pola-pola perkembangan kecerdasan peserta didik. Dengan demikian men;ka memiliki landasan untuk mengembangkan harapan-harapan yang realistik mengenai peserta didiknya perilaku

E. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik
Nativisme
Menurut teori ini setiap individu dilahirkan ke dunia dengan membawa faktor-faktor turunan yang berasal dari orang tuanya, dan faktor turunan tersebut menjadi faktor penentu perkembngan individu.
Implikasinya terhadap pendidikan yaitu kurang memberikan kemungkinan bagi pendidik dalam upaya mengubah kepribadian peserta didik.
Empirisme
Menurut teori ini setiap individu diahirkan ke dunia dalam keadaan bersih ibarat papan tulis yang belum di tulisi. Setelah kelahirannya, faktor penentu perkembangan individu ditentukan oleh faktor lingkungan atau pengalamannya.
Implikasinya terhadap pendidikan yakni memberikan kemungkinan sepenuhnya bagi pendidik untuk dapat membentuk kepribadian peserta didik.
Teori Konvergensi
Menurut teori ini perkembangan individu di tentukan oleh faktor keturunan maupun oleh faktor lingkungan/pengalaman.
Implikasinya terhadap pendidikan yakni memberikan kemungkinan bagi pendidik untuk dapat membantu perkembangan individu sesuai dengan apa yang diharapkan, namun demikian pelaksanaannya harus tetap memperhatiakan faktor-faktor hereditas peserta didik, seperti kematangan, bakat, kemampuan, keadaan mental

F. Tahap dan Tugas Perkembangan Individu

Anak menjadi dewasa melalui suatu proses pertumbuhan bertahap mengenai keadaan fisik, sosial, emosional, moral, dan mentalnya. Seraya berkembang, mereka mempunyai cara-cara memahami, bereaksi, mempersepsi yang sesuai dengan usianya. Inilah yang dimaksud tahap perkembangan.
Robert Havighurst, mendeskripsikan tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan pada setiap tahap perkembangan sebagai berikut:

1. Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-kanak Kecil (0-6 Tahun)

· Belajar berjalan.
· Belajar makan makanan padat.
· Belajar mengendalikan gerakan badan.
· Mempelajari peran yang sesuai dengan jenis kelaminnya.
· Memperoleh stabilitas fisiologis.
· Membentuk konsep-konsep sederhana tentang kenyataan sosial dan fisik
· Belajar inenghubungkan diri secara emosional dengan orang tua, kakak adik dan orang lain.
· Belajar membedakan yang henar dan salah.
2. Tugas Perkembangan Masa Kanak-kanak (6-12 Tahun)
· Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan tertentu.
· Menbentuk sikap tertentu terhadap dfri sendiri sebagai organisme yang sedang tumbuh.
· Belajar bergaul secara rukun dengan teman sebaya.
· Mempelajari peranan yang sesuai dengan jenis kelamin.
· Membina keterampilan dasar dalarr membaca, menulis dan berhitung.
· Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
· Membentuk kata hati, mbralitas dan nilai-nilai.
· Memperoleh kebebasan diri.
· Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok dan lembaga sosial.
3. Tugas Perkembangan Masa Remaja (12-18 Tahun)
· Memperoleh hubungan-hubungan baru dan lebih matang dengan yang sebaya dari keduajenis kelamin.
· Memperoleh peranan sosial dengan jenis kelamin individu.
· Menerima fisik dari dan menggunakan badan secara efektif.
· Memperoleh kebebasan diri melepaskan ketergantupgan diri dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
· Melakukan pemilihan dan persiapan untuk jabatan.
· Memperoleh kebebasan ekonomi. Persiapan perkavvinan dan kehidupan berkeluarga
· Mengembangkan keterampilan intelektuai dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara
· Memupuk dan memperoleh perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan secara sosial.
· Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman berperilaku.
4. Tugas Perkembangan Masa Dewasa (18-… Tahun)
· Memilih pasangan hidup.
· Belajar hidup dengan suami atau istri.
· Memulai kehidupan berkeluarga.
· Membimbing dan merawat anak.
· Mengolah rumah tangga.
· Memulai suatu jabatan.
· Menerima tanggung javvab sebagai warga negara.
· Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menarik.
5. Tugas Perkembangan masa setengah baya
· Memperoleh tanggung jawab sosi?l dan warga negara.
· Membangun dan mempertahankan s’andar ekonomi.
· Membantu anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.
· Membina kegiatan pengisi waktu serggang orang dewasa.
· Membina hubungan dengan pasanga.i hidup sebagai pribadi
· Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik sendiri.
· Menyesuaikan diri dengan pertambuhan umur.
6. Tugas-tugas perkembangan orang tua
· Menyesuaikan diri dengan menurunnya kesehatan dan kekuatan fisik.
· Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan menurunnya pendapatan.
· Menyesuaikan diri terhadap meninggalnya suami/istri.
· Menjalin hubungan dengan perkumpulan manusia usia lanjut.
· Memenuhi kewajiban sosial dan sebagai warga negara.
· Membangun kehidupan fisik yang memuaskan

Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu hams sejalan dengan perkembangan aspek-aspek. lainnya, yaitu fisik, nsikis serta emosional, moral dan sosial. Dikemukakannya perkembangan yang dicapai individu pada masa kanak-kanak, masa anr-.k, masa remaja, nasa dewasa awal, masa setengah baya dan masa tua.

G. Teori Belajar dan Implikasinya terhadap Pendidikan


1. Behaviorisme
Behaviorisme didasarkan pada asumsi bahwa:
· Hasil belajar adalah berupa perubahan tingkah laku yang dapat diobservasi.
· Tingkah laku dan perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dimodifikasi oleh kondisi-kondisi lingkungan.
· Komponen teori behavioral ini adalah stimulus, respon dan konsekuensi.
· Faktor penentu yang penting sebagai kondisi lingkungan dalam belajar adalah reinforcement.
Implikasinya terhadap pendidikan adalah sebagai berikut:
· Individualisasi: perlakuan individual didasarkan pada tugas, ganjaran dan disiplin.
· Motivasi: motivasi belajar bersifat ekstrinsik melalui pembiasaan secara terus-menerus.
· Metodologi: metode bealjar dijabarkan secara rinci untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan
· Tujuan kurikuler : berpusat pada pengetahuan dan keterampilan akademis serta tingkah laku sosial.
· Bentuk pengelolaan kelas : pengelolaan kelas berpusat pada guru, hubungan-hubungan sosial
· Usaha mengefektifkan mengajar :dengan cara menyusun program secara rinci dan bertingkat serta
· Partisispasi : peserta didik mungkin pasif.
· Kegiatan belajar peserta didik : pemahiran keterampilan melalui pembiasaan setahap demi setahap
· Tujuan umum : kemampuan mengerjakan sesuatu
2. Kognitif
Kognitif didasarkan pada asumsi bahwa
· Individu mempunyai kemampuan memproses informasi.
· Kemampuan memproses informasi tergantung faktor kognitif yang perkembangannya
· Belajar adalah proses internal yang kompleks berupa pemrosesan informasi.
· Hasil belajar adalah berupa perubahan struktur kognitif.
· Cara belajar pada anak-anak dan orang dewasa berbeda secara tahap perkembangannya.
Implikasinya terhadap pendidikan adalah sebagai berikut:
· Individualisasi : perlakuan individu didasarkan pada tingkat perkembngan kognitif peserta didik
· Motivasi: bersifat intrinsik yang timbul berdasarkan pengetahuan yangtelah dikuasai peserta didik.
· Metodologi : menggunakan kurikulum dan metode-metode yang berfungsi mengembangkan keterampilan
· Tujuan kurikuler : difokuskan untuk mengembangkan keseluruhan kemampuan sensori, motor, bahasa,
· Bentuk pengelolaan kelas : berpusat pada peserta didik
· Usaha mengefektifkan mengajar : dengan cara mengutamakan program-program pendidikan
· Partisispasi peserta didik: peserta didik dituntut berpartisipasi aktif untuk mengembangkan kognitif,didik
· Kegiatan belajar peserta didik :mengutamakan belajar melalui tilikan dan pemahaman.
· Tujuan umum : mengembangkan kemampuan atau fungsi-fungsi kognitif secara optimal
3. Humanisme
Humanisme didasarkan pada asumsi bahwa:
· Individu adalah pribadi utuh, ia mempunyai kebebasan memilih untuk menentukan kehidupannya.
· Individu mempunyai hasrat untuk mengetahui, hasrat untuk bereksplorasi, dan mengasimilasi pengalaman
· Belajar adalah fungsi seluruh kepribadian individu.
· Belajar akan bermakna jika melibatkan seluruh kepribdian individu.
Implikasinya terhadap pendidikan adalah sebagai berikut:
· Individualisasi : perlakuan terhadap individual didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan individual
· Motivasi: bersifat intrinsik berdasarkan pemuasan kebutuhan-kebutuhan individual peserta didik.
· Metodologi: menggunakan metode/ pendekatan proyek yang terpadu, menekankan pada studi-studi sosial
· Tujuan kurikuler : mengutamakan pada pengembangan sosial, keterampilan berkomunikasi,
· Bentuk pengelolaan kelas : berpusat pada peserta didik, peserta didik bebas memilih
· Usaha mengefektifkan mengajar: penajaran disusun dalam bentuk topik-topik yang terpadu
· Partisispasi peserta didik: mengutamakan partisipasi aktif peserta didik.
· Kegiatan belajar peserta didik : mengutamakan belajar melalui pemahaman dan pengertian
· Tujuan umum : mencapai kesempurnaan diri dan pemahaman.

H. Implikasi Perkembangan Individu terhadap Perlakuan Pendidik yang Diharapkan
Implikasi perkembangan individu terhadap perlakuan pendidik yang diharapkan dalam rangka membantu penyelesaian tugas-tugas perkembangannya adalah sebagai berikut:
Perlakuan Pendidik yang Diharapkan bagi Perkembangan Peserta Didik pada Masa Kanak-kanak Kecil
• Menyelenggarakan disiplin secara lemah lembut secara konsisten.
• Bercakap-cakap dan memberiakan respon terhadap perkataan peserta didik.
• Menghargai hal-hal yang dapat di kerjakan peserta didik
Perlakuan Pendidik yang Diharapkan bagi Perkembangan Peserta Didik pada Masa Prasekolah
• Memberikantanggung jawab dan kebersamaan kepada peserta didik secara berangsur-angsur dan terus–menerus.
• Menyediakn benda-benda untuk diekplorasi.
• Memperbanyak aktivitas berbahasa seperti ceritera, mengklasifikasikan, diskusi masalah, dan membuat aturan-aturan
Perlakuan Pendidik yang Diharapkan bagi Perkembangan Peserta Didik pada Masa Kanak-kanak:
• Menerima kebutuhan-kebutuhan akan kebebasan anak dan menambah tanggungjawab anak.
• Membangkitkan rasa ingin tahu.
• Terbuka terhadap kritik
Perlakuan Pendidik yang Diharapkan bagi Perkembangan Peserta Didik pada Masa Remaja Awal:
• Menerima makin dewasanya peserta didik.
• Memberiakan tanggungjawab secara berangsur-angsur.
• Mendorong kebebasan dan tanggungjawab
Perlakuan Pendidik yang Diharapkan bagi Perkembangan Peserta Didik pada Masa Remaja Akhir:
• Menghargai pandangan-pandangan peserta didik.
• Menerima kematangan peserta didik.
• Berkreasi bersama dan bersama-sama menegakan berbagai aturan


Responses

0 Respones to "Hakikat Perkembangan Pendidikan"

Poskan Komentar