Computer Articles And Tutorial

Student Centered Learning



Student Centered Learning (SCL) adalah sebuah sistem pembelajaran yang berpusat pada murid dengan cara, guru memberikan suatu permasalahan yang sesuai dengan materi dan kemudian para murid ditugaskan untuk memecahkan masalah tersebut dengan bantuan berupa tips-tips dari sang guru dan referensi yang ada. Sistem SCL ini pada awalnya digunakan oleh negara-negara maju untuk membuat para siswa menjadi kreatif sehingga tidak lagi bergantung dengan penyelesaian-penyelesaian masalah yang ada dan siswa akhirnya dapat menemukan cara penyelesaian masalah yang baru dan lebih bagus seperti menemukan rumus-rumus baru, mengemukakan sebuah pernyataan fakta tentang suatu penelitian dan berbagai hal lainnya yang nantinya akan membuat dunia ilmu pengetahuan semakin menigkat dengan pesat. Sistem SCL ini tidak lagi menjadikan guru sebagai pusat pemberi informasi tetapi siswa lah yang harus mencari sendiri informasi-informasi tentang materi yang mereka pelajari jadi siswa harus aktif dalam mencari informasi dengan sering membaca buku diperpustakaan sering latihan mengerjakan soal-soal dan berperan aktif dalam diskusi-diskusi yang membahas tentang ilmu pengetahuan. Jadi, sistem ini adalah sistem yang sangat luar biasa dan benar-benar akan menciptakan siswa yang berpotensi untuk menjadi ilmuwan “jika penerapannya dilakukan dengan benar”.



Kelebihan dari sistem SCL
Siswa lebih paham terhadap materi yang dipelajarinya.
Siswa akan lebih mudah menyelesaikan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang dipelajarinya.
Pada akhirnya siswa akan menjadi tenaga ahli yang benar-benar profesional dibidangnya.
Kelemahan sistem SCL

Sebenarnya bisa dikatakan hampir tidak ada kelemahan dari sistem SCL ini, hanya penerapannya sering disalahgunakan baik oleh guru maupun oleh murid, banyak orang-orang yang mengeluh akan sulitya menerapkan sistem SCL ini karena guru dan murid dituntut harus berkerja sama dengan aktif dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Berikut keluh kesah para guru dan murid yang saya dengarkan :

Keluh kesah para murid :
Guru tidak peduli dengan murid karena hanya memberi soal-soal dan permasalahan tanpa memberikan solusi dan informasi selengkap-lengkapnya.
Sulit sekali mencari informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Masalah yang diberikan cukup berat sedangkan waktu yang diberikan sangat sempit dan hampir semua tugas bersifat “deadline”.
Pemecahan masalah yang telah didapatkan murid terkadang tidak ditanggapi oleh guru sehingga permasalahan tersebut “ngambang” dan murid tidak mendapatkan kejelasan dari masalah tersebut.
Sistem SCL yang mengharuskan murid untuk mencari sendiri informasi yang ada membuat murid-murid seperti “meraba-raba dalam kegelapan”.

Keluh kesah para guru :
Murid-murid pada umumnya terlalu “pemalas” untuk mencari informasi yang ada sehingga tugas yang diberikan hanya dikerjakan “seadanya”.
Murid-murid cenderung untuk bertanya kepada guru tentang informasi mengenai masalah yang ada padahal murid diharuskan mencari sendiri dengan baca buku diperpustakaan, melakukan penelitian dsb.
Waktu yang diberikan tidak cukup dikarenakan deadline-deadline yang diberikan oleh departemen pendidikan tidak sesuai dengan waktu yang dibutuhkan para murid untuk belajar sendiri.
Guru memiliki kesibukan yang lain sehingga tidak dapat sepenuhnya membantu para murid menyelesaikan masalah yang ada.
Murid terlalu enggan untuk berdiskusi dengan guru dalam waktu senggang diluar proses belajar-mengajar.
Kesimpulan

Dari semua keluh kesah diatas maka ditemukanlah sumber masalah yang sesungguhnya yaitu kurang kompaknya antara guru dan murid sehingga proses pembelajaran SCL ini terlihat berat sebelah baik dari pihak guru maupun murid. Mestinya guru dan murid dapat bekerjasama dalam menyelesaikan masalah dan mengemukakan masalah dalam kehidupan masing-masing yang menjadi penghalang bagi guru dan murid untuk bersatu. Jika para guru dan murid sudah saling mengerti, maka masalah seperti apapun akan mudah untuk dihadapi.



Responses

0 Respones to "Student Centered Learning"

Poskan Komentar